Perasaan dan Perayaan
Dalam hidup ini selalu ada hal yang harus kita rayakan. Kita merayakan hari ulang tahun kita, kita merayakan keberhasilan-keberhasilan kita, kita merayakan semua hal yang bisa kita rayakan.
Dan gw pikir perayaan-perayaan yang kita rayakan seringkali identik dengan jenis-jenis makanan dan minuman tertentu yang dekat dengan perasaan yang sedang kita rayakan. Misalkan, hari valentine akan identik dengan coklat karena pada hari itu kita merayakan manisnya persahabatan, manisnya suatu hubungan dekat, manisnya kasih sayang. Dihari ulang tahun akan identik dengan kue tart dan lilin yang menyatakan umur kita pada saat itu, karena di hari itu kita merayakan kehidupan kita,berbagi kueh tart dengan semua orang yang kita kasihi.
Hidup lebih berarti dari mati
Dalam hidup ini banyak peristiwa datang silih berganti dan entah kalian setuju apa tidak, hidup ini lebih banyak dipenuhi dengan kepahitan.
Yakub, cucu Abraham, ketika Firaun bertanya mengenai usianya mengatakan demikian,Tahun-tahun pengembaraan-ku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun.Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenekmoyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.
Ya, gw setuju banget dengan pernyataan beliau diatas dan seandainya saat2 buruk dan pahit itu harus kita rayakan setiap kali kita merasakannya , wow, bisa dibayangkan hampir setiap hari akan penuh dengan perayaan. Iya gak sih?
Dan gak hanya pernyataan beliau soal tahun2 buruk saja yang menarik perhatian gw tapi juga pandangannya bahwa didunia ini kita adalah pengembara.
Hidup ini memanglah pengembaraan dan pengembaraan yg pendek saja, itu sebabnya setiap moment menjadi penting dan hal-hal yang penting meski gak semua, memanglah harus dirayakan.
Dan terkadang, atau malah mungkin most of the time, yang kita rayakan adalah hal-hal pahit yang telah kita lewati.
Suatu hari gw berada semobil dan berkenalan dengan 2 bapak-bapak yang sedang berobat jalan sebut saja Pak Kodir dan Pak Kadir. Kebetulan kantor saya agak jauh dari kota sehingga perusahaan sering membantu memberikan tumpangan.
Ditengah perjalanan kerumah sakit, Pak Kodir bercerita dengan penuh semangat tentang masalah operasi mata yang dia alami dan dengan bangganya dia bercerita bahwa satu kornea-nya adalah sumbangan dari seorang donor Filipina dan satu lagi dari donor Thailand yang lalu disambut dengan pertanyaan dari saya,
Lho, emang bapak gak pernah diganggu dengan yang punya (yg punya kornea mata maksudnya), pak, seperti film the eyes?
yang disambut dng tawa keras si bapak dan pembicaraan berlangsung makin seru sampai terhenti oleh pertanyaan Pak Kadir,
apakah waktu bapak tahu bahwa ada kemungkinan bapak menjadi buta, bapak pernah berniat bunuh diri?”.
Untuk sejenak kami semua terdiam mendengar pertanyaan itu, dan lalu dengan sedikit ragu2 Pak Kadir melanjutkan bahwa dia bertanya karena dia dulunya sempat pengen bunuh diri sewaktu tahu bahwa dia mengalami cidera mata yang cukup serius.
Pak Kadir cerita bahwa dia takut menghadapi kemungkinan bahwa dia akan menjadi orang yang cacat dan untuk selamanya menghadapi kegelapan fisik dan menyusahkan anak istrinya.
Lalu iseng saya bertanya, Emang bapak mau bunuh diri dengan cara gimana?
Lalu dia menjawab, yah gak tau pak, saya kan tinggal dilantai atas rumah sakit, jadi pikiran saya mau jalan terus aja sampai mati ..
Yang lalu disambar oleh pak Kodir, Paling bapak cuma dilantai dua, kalo mati sih mungkin gak masalah tapi kalo jatuh terus celaka doang, bukannya tambah cacat pak ?
ya juga pak, tapi waktu itu saya tidak berpikir sampai kesana pak, saya cuma pengen mati,
lha terus apa yang membuat bapak gak jadi bunuh diri tanya gw.
entahlah pak, mungkin karena saya lebih takut mati..
Anyway,pembicaraanselesai karenakita hampir sampai ditempat tujuan tapi topik sudahberpindah kearah bersyukurnya mereka atas hidup ini karena meski sampai sekarang mereka masih berobat jalan, tapi keadaannya sudah menjadi jauh lebih baik, mereka semua masih bisa melihat dan masih bisa bekerja.
Tapi ada yang membekas dari percakapan itu dihati gw. Entah kenapa didalam hati saya terlintas bahwa didalam mobil itu, orang yg bermasalah dengan mata tidak hanya dua bapak2 ini saja tapi tiga orang dan orang yang terakhir adalah gw sendiri dan yang sampai hari ini masih terjebak dng masalah yang sama, masalah dng mata hati hehehe.
.
Kadang gw merasa dibutakan oleh hidup ini yang membuat kita merasa pahit dan gelap, dan disaat itulah terkadang obat yang paling manjur adalah minum-minum .. minum Guiness terutama (.. hehe lebay abizz…mas)
Well,yang pengen gw bilang adalah pada saat-saat seperti ini berkumpul dengan sahabat menjadi obat dan yah .. in some points minum Guiness bareng adalah hal yg menyenangkan utk dilakukan.
Kenapa menyenangkan? Hmm kalo gw bilang itu karena dalam Guiness, ada kepahitan, ada kegelapan, ada buih kecoklatan dan ada kesegaran sehabis meminumnya. Dan Guiness seolah menjadi lambang dari penghidupan ini.. ada kepahitan, ada kegelapan, ada buih buih kehidupan dan ada semangat utk terus hidup.
Bapak yg nyaris buta diatas pun, mungkin tanpa disadarinya; keinginan hidup lebih besar dari keinginannya untuk bunuh diri, lha wong dia takut mati jeh .. itu kan berarti dia lebih cinta kehidupan.
En baidewe,warna gelap-nya Guiness itu bukan hitam loh, tapi merah gelap ruby dan menurut gw itu seperti warna darah.. jadi pas kan ? warna guiness bukanlah warna hitam pekat tapi adalah warna merah, merahnya hidup (hihihi semakin lebay J)
Tuhan,Guiness dan kehidupan
Gw baca, rasa pahit dari bir hitam ini disebabkan oleh hop sejenis sari bunga, dan resin dari hop ini-lah yang menghasilkan dua macam acids: alpha dan beta acids. Dan dua macam acids ini, yang satu bertanggung jawab terhadap rasa pahit dan yang lain lagi terhadap aroma dari bir hitam. Dan yang unik adalah hop ini juga digunakan sebagai tanaman obat. Menarik bukan? ( engga .huuu.. penonton kecewa berat) . Tapi enggak kok, menurut gw adalah hal yang menarik bahwa seringkali yang pahit itu bisa dijadikan obat.
Hidup yang pahit kalau kita jalani dengan tekun dan bersemangat untuk terus bertahan,maka kita akan keluar menjadi orang yang lebih baik dan buih-buih hidup pahit itu,bukankah akan menjadi kenangan yang manis pada saat kita membicarakannya kembali? Sependapat-kah kita ttg hal ini ??
Eniwei and Baidewei, gak usah berpusing-pusing menyetujui pendapat gw diatas, bagaimana dengan mencoba segelas Guiness pada saat hidup terasa gelap dan pahit dan sambil merenung-renung hidup kita (awas jangan sampai gila atau buang air besar dicelana krn kebanyakan merenung J ), kita menghirup dan mengecap rasa dari bir guiness itu dan lalu kita hayati kepahitannya, menikmati tegukan keras yang seolah hendak menelan semua kepahitan dan buih yang tersisa dan kesegaran yang timbul sehabis menenggaknya.
Bagaimana,mirip kan dengan rasa dari bergulat dengan hidup dan perasaan berhargayg timbul pada saat kita telah melewati tantangan hidup ? gw bilang perasaan berharga itu adalah hadiah terindah yang diberikan hidup melebihi nilai uang yang bisa kita dapatkan setelah melewati tantangan itu dan itulah hal yg paling asik utk dirayakan lagi bersama Guiness.
Ya, makanya ada ungkapan selalu ada hadiah yang baik bagi siapapun yg sabar menunggu
Upss, tunggu dulu !!!
Ternyata ungkapan diatas pernah jadi kampanyenya Guiness loh, Goods things come to those who wait. Ini slogan Guiness sebagai bagian darikampanye-nya utk mempopulerkan saran penyajian Guiness, bagaimana takaran yang paling pas utk mendapatkan rasa terbaik dan buih yang pas yangkatanya sih penuang-annya mesti pas 119.53 detik.Unik ya ?
Begitu juga hidup, seperti kata Raja Salomo dengan ungkapannya yang terkenal (terkenal menghibur orang yang masih belum dapet supaya bersabar hehehe),
Tuhan akan membuat segala sesuatu indah tepat pada waktunya.
Bicara soal Tuhan dan bir hitam (lho apa hubungannya sih ?gw gak lebay kok pembacajd tenang2X), gw gak heran perusahaan yang diijinkan Tuhan untuk berasosiasi dengan worlds records adalah Guiness. Awal mula dari pencatatan rekor ini adalah Sir Hugh Beaver, Managing Director Guiness Brewery, disuatu acara di tahun 1951, berdebat tentang manakah gamebird tercepat, the koshin golden plover atau the grouse.
Dan hari itu di Castlebridge House, beliau menyadari adalah tidak mungkin untuk meng-konfirmasinya dalam sebuah buku referensi tentang manakah yg tercepat diantara keduanya.Lalu terbitlah ide beliau untuk membuat buku yang mencatat pencapaian-pencapaian yang terjadi didunia ini.
Dan meski gw bukan atlet dan gak berminat untuk itu (he he sok gak berminat padahal bodi emang gak atletis blas dan gak ada bakat pula.. ) menurut gw, bahwa pencapaian seorang atlit lari cepat yang memenangkan medali emas olimpiade dimana bedanya mungkin cuma sepersekian detik dengan lawan-lawannya; adalah buah dari latihan spartan setiap hari yang saya percaya kalau dia memikirkan sejenak akan terasa pahit dan tidak menyenangkan. Tapi sekian detik perbedaan yang menghasilkan kemenangan akan menjadi kenangan manis takkan terlupakan seumur hidup yang bahkan bertahan lebih lama dari olimpiade berikutnya yang mungkin tak diiikutinya . Betul gak??
Ingat pencapaian dan latihan spartan jadi ingat Michael Jackson yang barusan meninggalkan kita semua. Dalam sosoknya kita tidak melihat dia sebagai bintang hanya karena suaranya tapi lebih karena karya dan dedikasinya, semangatnya,kecintaanya akan dunia entertainment, perjuangannya, kedisplinan dan ketekunanannya dalam menempuh karirnya dan pernak pernik hidupnya semenjak dia kecil sampai hari wafatnya, dan bagaimana semua itu menjadi bagian dari kita dan kenangan dunia, itulah yang menjadikannya seorang bintang, dan seperti lagu padi , tetaplah menjadi bintang dilangit,Michael .
Merayakan kehidupan bersama Guiness dan harapan
Teman gw biasanya selalu menghadirkan Guiness dalam acara kumpul-kumpul melewati malam karena menurut dia kumpul-kumpul belumlah lengkap tanpa Guiness dan lagi itu adalah tradisi keluarga melewati malam tahun baru.
Dan gw sependapat dan mestinya setelah penjelasan panjang lebar gw diatas, tentu-nya kalian juga dong? karena dimalam tahun baru kita berkumpul bersama keluarga dan handai taulan melewati malam, melewati pahit getirnya hidup setahun lewat untuk menjelang tahun baru, hari baru dan harapan baru.Ya saat-saat gelap dan menakutkan memang lebih mudah dilalui bersama, ya gak sih ? (masa -ya-gak-dong, secara ada-nya elvi sukaesih bukan elvi sukaedong heheh garinx J )
Jadi,marilah kita rayakan pahit nya hidup ini bersama Guiness, kita undang semua sahabat jika perlu.Sahabat yang akan membangunkan kita pada pagi penuh harapan yang akan selalu ada selama kita masih hidup, hidup yang kita rayakan bersama teman-teman melewati malam.
Karena hidup sekalipun pahit , kalau kita terus maju, kita akan menjadi tahan uji, dan tahan uji menimbulkan harapan, harapan akan masa depan yang lebih baik .
So lets toast,my friends dan biarkan semua kepahitan mengalir, ditelan oleh semangat yang tak usai bahwa pesta akan selalu berakhir tapi selalu ada moment moment penting untuk kita rayakan.Moment-moment penuh rasa syukur akan kehidupan ini dimana kita boleh berharap adanya kebaikan setelah badai pahit kehidupan…..
“Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan …. adalah hal yang akan mengubah hidup kita.”
Meredith Grey, Grey’s Anatomy - Season 3